Gunung Prau, 2565 mdpl · via Patak Banteng

SS Fauzi25 Januari 2018 2 menit baca 537 kali dibaca
Gunung Prau, 2565 mdpl · via Patak Banteng

Cerita pendakian pertama Kampang Official ke Gunung Prau via Patak Banteng — momen ketika sebagian dari kami baru pertama kali menginjakkan kaki di tanah pegunungan, dan justru dari situlah kebersamaan yang sesungguhnya dimulai.

Ada perjalanan yang diingat karena tujuannya, dan ada yang diingat karena siapa yang ada di sana. Pendakian ke Gunung Prau ini masuk kategori kedua — perjalanan pertama bareng Kampang Official, sekaligus jadi momen pertama buat beberapa dari kami ngerasain naik gunung. Bahkan bisa dibilang, hari itu juga jadi hari lahirnya Kampang Official itu sendiri.

Kumpul di Basecamp

Sebelum jalur pendakian dimulai, suasana masih santai banget. Ketemu di basecamp sambil bercanda, saling ngeledek — khas kalau udah kumpul bareng teman sekolah yang sama-sama tumbuh dari satu kelas SMA dulu. Sebagian dari kami udah pernah naik gunung sebelumnya, jadi keliatan santai, sudah tahu ritme dan apa yang harus disiapkan. Tapi sebagian lagi masih cupu banget — masih sibuk benerin carrier, ngecek ulang logistik, padahal jalur pendakian belum juga dimulai.

Momen di basecamp ini sederhana, tapi jadi penanda penting: ini pertama kalinya kami benar-benar berangkat bersama, sebagai satu rombongan, dengan satu tujuan yang sama.

Jalur Patak Banteng yang "Katanya Pendek"

Begitu pendakian dimulai, baru kerasa bedanya. Jalur Patak Banteng yang katanya termasuk jalur pendek menuju puncak Prau, ternyata nanjak terus tanpa ampun. Buat yang udah sering naik gunung, jalur ini masih bisa dilalui sambil ngobrol santai. Tapi buat yang baru pertama kali, tiap beberapa menit napas mulai habis, langkah mulai melambat, dan istirahat jadi lebih sering dari yang dibayangkan.

Di titik inilah biasanya semangat awal diuji. Tapi justru di sinilah bagian paling berkesan dari perjalanan ini — nggak ada satu pun yang ditinggal sendirian. Yang di depan sering berhenti dan nungguin yang di belakang. Yang di belakang saling nyemangatin satu sama lain, meski napas sendiri juga udah ngos-ngosan. Perjalanan yang berat jadi terasa lebih ringan, bukan karena jalurnya berubah, tapi karena dijalani bareng-bareng.

Bukan Sekadar Naik Gunung

Buat sebagian anggota Kampang Official, momen ini adalah pengalaman pertama menginjakkan kaki di tanah pegunungan — sesuatu yang mungkin selama ini cuma dilihat dari layar atau cerita orang lain. Dan pengalaman pertama itu terjadi bareng orang-orang yang sudah dikenal sejak bangku sekolah, yang membuatnya terasa jauh lebih personal.

Pendakian ke Prau ini bukan cuma soal mencapai ketinggian 2565 mdpl. Ini soal titik awal — awal dari kebiasaan berkelana bersama, awal dari cerita-cerita perjalanan lain yang menyusul setelahnya, dan awal dari nama "Kampang Official" yang sejak hari itu melekat di setiap perjalanan kami berikutnya.


Karena kadang, gunung bukan cuma tempat untuk didaki — tapi juga tempat di mana pertemanan diuji, dan kebersamaan benar-benar terasa artinya.

Selengkapnya kamu juga bisa kunjungin di website Kampang Official: kampangofficial.vercel.app